Senin, 16 Maret 2015

Ilmuwan Lacak Keberadaan Alien dengan Warna

Warna ini dikumpulkan dari penemuan berbagai mikroorganisme asing.
 
Ilmuwan Lacak Keberadaan Alien dengan Warna


Sebuah daftar warna telah dibuat oleh para ilmuwan, yang terdiri dari astronom dan ahli biologi. Warna-warna ini dipercaya bisa membantu mereka menemukan kehidupan alien atau asing.

Warna-warna itu mewakili sekitar 137 tanda-tanda kimiawi dari jenis mikroorganisme yang berbeda. Beberapa dari mereka merasa dari lingkungan yang paling ekstrem di bumi.

Jika ada banyak bentuk kehidupan di planet luar tata surya, hal itu bisa diidentifikasi dari panjang gelombang cahaya yang direfleksikan. Dengan cara yang sama, penelitian di bumi akan bisa menunjukkan mikroorganisme yang belum pernah teridentifikasi.

Tim ilmuwan, yang dipimpin oleh Siddharth Hegde dari Max Planck Institute untuk Astronomi di Heidelberg, Jerman, menulis temuan daftar warna alien ini pada jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Katalog warna buatan mereka menyediakan cakupan yang luas dari tanda-tanda kehidupan di berbagai permukaan exoplanet. Hal ini bisa menjadi penunjuk kondisi kehidupan asing di bumi untuk dibandingkan dengan kehidupan di planet luar yang layak huni.

"Banyak sejarah kehidupan di bumi telah didominasi oleh kehidupan mikrobial. Sepertinya kehidupan di exoplanet juga berevolusi melalui tahapan sel tunggal, untuk berubah menjadi mahluk multisel," ujar Hegde, seperti dikutip dari Telegraph, Selasa 17 Maret 2015.

Di sini, lanjut Hegde, mereka menyediakan database awal sebagai dasar pengetahuan adanya mikroorganisme asing dalam bumi. Ini bisa digunakan untuk penelitian luar angkasa masa depan berbasis teleskop, yang bisa mencari beragam jenis kehidupan di exoplanet.

Diketahui, ada sekitar 2.000 planet yang ditemukan mengorbit di beberapa bintang di kejauhan. Beberapa dari planet itu dianggap bisa dihuni karena memiliki temperatur yang cukup untuk mempertahankan permukaan air, mirip dengan kehidupan di bumi.

Kehadiran organisme asing yang ada dipermukaan planet, bisa dikonfirmasi melalui pigmentasi. Dalam studi terbaru ini, peneliti menemukan 137 spesies mikroorganisme yang berbeda yang bisa menghasilkan warna yang variatif. Mikroorganisme itu beragam, ada yang berasal dari gurun Atacama sampai air laut Hawaii.

Warna-warna itu, termasuk di antaranya adalah merah, kuning, merah muda, hijau dan coklat. Peneliti berencana mengumpulkan lebih banyak sampel dan menambahkan warna lain ke dalam katalog itu.

Mau Tahu, Alasan Albert Einstein Sering Bolos Kuliah?

 
Tahukah Anda, kalau Sabtu, 14 Maret lalu, adalah hari peringatan 136 tahun kelahiran tokoh penemu Albert Einstein? Dikutip dari laman Tydknow, berikut adalah fakta-fakta unik, yang mungkin belum Anda tahu mengenai pencipta teori relativitas itu.

Meski semua orang mengakui, bahwa ilmuan ini punya otak sangat encer, namun ternyata hal itu bukan ia peroleh, dari kebiasaan rajin masuk kelas dan hormat pada dosen. 

Buktinya, data-data yang dikumpulkan membuktikan, bahwa Albert Einstein justru sering bolos kuliah, dan sering berargumen secara keras, dengan profesor yang mengajarinya, di Institut Politeknik Zurich, di Swiss.

Mungkin karena saking jeniusnya, ia bahkan berpikiran lebih maju daripada sang dosen, jadi ia kerap membantah profesor matematika, yang coba memberikannya ilmu pengetahuan. Karena sering kabur, profesor matematika-nya, Hermann Minkowski, bahkan sampai menjulukinya si anak malas tanpa masa depan.

Namun, ini bukan berarti Albert Einstein mahasiswa badung. Ini semua terjadi, karena ia tahu, pasti akan lulus saat ujian matematika datang. Karena, semua teori yang diajarkan sang dosen di kampus, ternyata sudah ia pelajari saat ia berusia 12 tahun, jauh sebelum masuk bangku kuliah.

Alasan kenapa ia sering bolos, karena sebenarnya ia punya guru-guru lain yang ia anggap jauh lebih pintar, namun orang-orang tersebut tidak mengajar di kampusnya. Jadi saat ia bolos, ia bukan main, namun belajar langsung di lapangan.

Secara jujur Einstein akui, bahwa semua ilmu yang Hermann coba ajarkan, ia sudah ketahui semua. Ia pun mengaku, tidak suka dengan mata pelajaran yang berbau hafalan, seperti sejarah, geografi, dan bahasa, yang menurutnya sangat tidak menantang.

Oleh orang-orang di sekitarnya, Albert Einstein muda dikenal sebagai anak ajaib yang senang belajar matematika, musik, dan sains. Pamannya, Jakob Einstein, adalah orang yang mengajarinya aljabar, sementara mahasiswa cerdas, Max Talmud, adalah orang yang mengajarinya pelajaran filsafat dan sains.

Einstein mengaku, ilmu-ilmu yang membuatnya pintar, justru datang dari luar kampus, sehingga ia malas berlama-lama duduk di kelas, mendengarkan dosen yang coba mengajari sesuatu yang ia sudah tahu.

Ia bahkan pernah berkata, andai saja tak dipaksa orangtuanya belajar secara formil di sekolah dan kampus, ia yakin akan bisa lebih banyak menemukan teori- teori hebat dalam hidupnya.